<script>var nulisbukwidgetid="delusi-kematian";</script><script type="text/javascript" src="http://nulisbuku.com/application/assets/js/widget/mainwidget.js"></script><div id="nulisbuku-widget"> </div>
Menulis bukan sekadar merangkai huruf menjadi kata. Juga bukan sekadar merangkai kata menjadi kalimat. Tapi, menulis diawali dari membaca. Masuk ke ranah kerja otak. Di sana akan ada proses berfikir, diolah menjadi hal baru untuk kemudian dituangkan dalam tulisan dan dibagi. Sebagai bentuk kemanfaatan pada sesama.
Jumat, 03 Maret 2017
Minggu, 08 Januari 2017
Salah Memilih Buku
Sempat disela-sela waktu jalan-jalan di Kota "S", saya mampir ke salah satu toko yang menyediakan buku-buku yang masih dalam gedung pusat perbelanjaan itu. Niatnya emang nyari novel apa saja.
Tapi tanpa
sengaja, dibagian buku-buku yang tertumpuk dengan diskon yang amat besar,
dengan posisi buku-buku berantakan, saya menemukan sebuah novel dengan
pengarang yang namanya saya kenal (meski bukan kenal secara langsung).
Alhasil, saya
ambil. Apalagi harganya murah.
Sampai rumah saya
baca. Bener-bener nyesel udah beli novel ”murah” ini. Hati saya tidak bisa
terima dengan penokohan dan kalimat-kalimat yang ada dalam dialognya. Menyebut salah
satu anggota kebun binatang untuk tujuan memanggil tokoh lainnya. Ckckckck.
Sekarang nyesel
sekali udah beli plus koleksi novelnya. Bingung. Masa mau dipajang satu rak
dengan buku-buku lain? Ntar kalo ada yang liat terus pengen pinjam, kan gawat! Benar-benar
gak pantas buat dipinjam-pinjamkan. Terlalu gimanalah gitu.
Mau dibakar aja,
kok buang-buang tenaga ya. Juga nambah-nambah polusi udara. Yah akhirnya
dibungkus kresek hitam aja terus dimasukkin dalam tempat yang paling
tersembunyi deh.
Bahkan sebelum
sempat membungkus, saya tulis dibagian depannya,”TIDAK LAYAK BACA!”.
Jadi, pelajaran
apa sebenarnya yang ingin saya bagikan?
Ah, saya juga
bingung. Poinnya bukan,”Jangan beli barang yang murah!”. Bukan banget! Karena masih
banyak barang yang murah nan berkualitas.
Tips memilih
buku yang baik? Juga bukan! Karena saya sendiri masih gagal.
Hanya sebenarnya
saya ingin keluar dari jalur aman membeli buku dari penulis yang itu-itu saja. Ingin
mencoba beli karya penulis lain. Tapi, ah kecewa yang saya tuai.
Nama memang
sesuai dengan harga. Meski tidak selamanya begitu. Jadi kesimpulannya, hati-hati
membeli, hati-hati mengoleksi! Jangan sampai buku yang kita punya dipinjam
orang tapi isinya ngajak kepada keburukan.kita juga yang minjamkan akan
kecipratan dosa ntar. Yah, mau gak mau sekarang tetap setia pada
penulis-penulis yangemang isinya bisa dipertanggungjawabkan.
Sekian.
Sabtu, 25 Mei 2013
Jawaban Bang Tere Liye
"Tetapi om tere, saya pengin tahu apakah dia suka saya atau tidak. Saya juga pengin dia tahu kalau saya suka sama dia. Bukankah itu nggak dosa? Nggak dilarang agama?" --pertanyaan ini kita sebut saja datang dari Puteri, 16 tahun.
Maka berikut jawaban terbuka yang saya posting saja biar banyak yang ikut membaca:
"Tentu saja itu tidak dilarang agama, Puteri. Jatuh cinta itu tidak dosa. Beberapa orang yang paham agama, yg saya baca di buku mereka, bahkan bilang jatuh cinta itu suci.
Nah, hanya saja, coba dengarkan sesuatu yang akan Om jelaskan berikut. Tidak, Om tidak akan ceramah, hanya mengingatkan. Bahwa, ada sebuah kekuatan sakti tiada tara yang bisa dimiliki seseorang dari proses jatuh cinta. Kekuatan yang bisa membuatnya berubah menjadi amat mengagumkan. Kekuatan rahasia yang rumusnya amat terbalik dengan dipahami orang banyak--termasuk yang kamu pahami. Kekuatan rahasia di muka bumi.
Apa kekuatan itu? Itulah yang disebut dengan "Kekuatan menyimpan perasaan". Puteri jatuh cinta dengan seseorang di usia yang sangat mudah, maka simpan perasaan itu, sambil terus mengikrarkan diri akan menjadi wanita paling baik baginya kelak saat masa-masa itu tiba. Puteri ingin menjadi wanita paling cantik baginya, bukan? Menjadi wanita paling pintar? Paling mandiri dan bisa diandalkan, bukan? Maka simpan perasaan itu, simpan erat-erat, jangan biarkan tumpah, dan teruslah memperbaiki diri.
Sungguh, itu akan menjelma menjadi kekuatan hebat tersebut. Lima, enam atau sepuluh tahun lagi, saat masanya tiba, maka jadilah Puteri seorang wanita yang diinginkan, dengan tetap menjaga kehormatan perasaan. Well, kalaupun ternyata dia sudah dimiliki orang lain, yakinilah, Puteri akan mendapatkan pilihan berikutnya yang jauh lebih baik.
Itulah kekuatan rahasia di muka bumi tersebut: 'Kekuatan menyimpan perasaan'. Tidak akan dipahami oleh orang2 yang memilih buru-buru bilang, pengin tahu, pacaran, dan sebagainya. Mereka terlanjur asyik atas hal-hal yang buru-buru, melupakan kalau di luar sana ada banyak kesempatan dan jelas ada milyaran laki-laki lain.
Apakah ini benar-benar ada? Percaya pada Om, lakukan, maka sepuluh tahun lagi, tolong ceritakan ke banyak orang, apakah itu benar-benar terjadi.
Ujian Hidup
ALLAH ingin mengajarkan sesuatu lewat hal-hal sulit yang diberikan. banyak orang besar lahir dari kesulitan2 hidup yang dihadapi sebelumnya, sebaliknya orang-orang yang hidup dengan hal-hal serba mudah, kedepannya boleh jadi ketika tiba2 menghadapi hal-hal sulit, dia hanya akan jadi anak cengeng. tidak lebih tidak kurang.
#sulitmudahmaknalebihdalam
#sulitmudahmaknalebihdalam
Langganan:
Postingan (Atom)